Selasa, 02 Juni 2015

PERGERAKAN RAKYAT

berbicara tentang pergerakan, tentu kita akan teringat pada sebuah momen penting di Indonesia, yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1974 atau lebih dikenal dengan peristiwa MALARI (Malapetaka Lima Belas Januari). Peristiwa ini dapat dikatakan sebagai momen perlawanan terhebat pertama terhadap rezim Orde Baru yang dimotori oleh mahasiswa, dan berujung pada kerusuhan massa. Tak ayal peristiwa ini kelak menjadi titik monumental bagi munculnya wajah represif yang sistematis dari Rezim Soeharto.
Dilatari oleh ketidakpuasan gerakan mahasiswa atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat, khususnya terkait masuknya modal asing dalam program pembangunan nasional. Aksi protes mahasiswa era itu kian menjadi-jadi saat datangnya Jan P. Pronk sebagai perwakilan modal asing dari Amerika Serikat pada 11 November 1973, dan memuncak saat perdana menteri Jepang Tanaka Kakuei juga datang ke Indonesia pada 14 Januari 1974.
Namun, kini terlepas dari peristiwa yang telah berlalu tersebut timbul satu pertanyaan, “dimanakah kaum mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah sekarang ini?”Apakah masih terbuai dalam mimpi-mimpi masturbasi di siang hari, atau sibuk dalam hiruk pikuk dunia modern yang terlampau hedonis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut harusnya menjadi sebuah sindiran yang teramat pedas terhadap para mahasiswa di zaman sekarang yang di gadang-gadangkan sebagai ujung tombak rakyat atau terkadang menyebut diri mereka sebagai Agent of Change (Agen perubahan).
Seharusnya, sebagai generasi yang memiliki tingkat intelektualitas yang dapat dikatakan mumpuni, kaum mahasiswa di zaman sekarang harus sama kritisnya dengan para mahasiswa pada masa pergerakan, mengamati jalannya setiap kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah serta mengawasi berlangsungnya pemerintahan. Dan jika terjadi penyimpangan terhadap hal-hal tersebut, maka seharusnya merekalah orang-orang yang pertama kali menanggapi. Namun, pada kenyataannya, hanya segelintir mahasiswa yang masih peka terhadap gejolak-gejolak sosial-politik yang terjadi sekarang ini. Sementara sebagian besar mahasiswa lainnya tidak pernah menanggapi, bahkan lebih bersikap apatis.
Hal ini menjadi suatu permasalahan yang cukup rumit jika ditelusuri penyebabnya. Apakah penyebab utamanya orang tua yang membebani anak mereka dengan tuntutan nilai sempurna supaya lekas wisuda dan mendapat pekerjaan layak? atau pemerintah yang dengan segala cara menina-bobokan mahasiswa agar tidak kembali bergerak dengan peraturan-peraturan akademik dan sebagai aparatus ideologis yang mengharuskan mahasiswa sibuk berkutat dengan tugas-tugasnya? (Catatan: baru-baru ini ada peraturan akademik yang baru diterapkan di seluruh kampus negeri di Indonesia yang mewajibkan mahasiswa menyelesaikan studinya paling lambat lima tahun), sehingga setiap penyimpangan yang terjadi dalam tubuh birokrasi negeri tidak terungkap dan terabaikan.
Padahal, rakyat Indonesia masih sangat membutuhkan hadirnya kaum-kaum muda terpelajar yang peduli terhadap keadaan negeri yang kacau seperti sekarang ini. Kaum muda harus memiliki sikap progresif untuk mengawal bangsa menuju kesejahteraan dengan cara melakukan pengawasan serta pembenahan pada sistem-sistem kebijakan pemerintah. Namun, tentu kesadaran tersebut tidak dapat dibangun dengan mudah, butuh proses yang panjang mulai dari menanamkan kepekaan terhadap lingkungan sosial-politik hingga pengorganisasian mahasiswa dalam ruang lingkup umum, sehingga sedikit demi sedikit timbul sebuah kesadaran dalam diri setiap mahasiswa untuk kembali peduli terhadap setiap persoalan bangsa ini.
Persoalan bangsa yang dihadapi saat ini adalah mewabahnya kapitalisme serta neoliberalisme dalam segala sektor yang jelas merugikan serta mengancam kesejahteraan rakyat kedepannya. Hal ini tercermin dalam bentuk eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran yang dilakukan pihak asing serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat pro terhadap kepentingan asing. Jika dibandingkan dengan penyebab terjadinya peristiwa MALARI, tentu penyimpangan yang dilakukan pemerintah sekarang ini sudah lebih jauh serta keterlaluan.
Maka dari itu, sikap kritis yang ada pada diri mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan harus berupa aksi nyata yang jelas sebagai wujud kepedulian serta refleksi akan jiwa muda yang membara. Sebab, setiap kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak pro rakyat sekarang ini sudah tidak dapat dipengaruhi dengan cara kompromi atau negosiasi. Tugas mahasiswa adalah membersihkan apa yang ternoda serta meluruskan apa yang bengkok.

Rabu, 14 Januari 2015

Kesehatan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat

Kesehatan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat

Oleh ruhiyat saujana
(ketua serikat rakya miskin indonesia bogor)
“menuju pelayanan kesehatan gratis dan berkualis bagi rakyat miskin”

Kesehatan merupakan salah satu hak mendasar bagi rakyat.hak ini merpakan salah satu kewajiban pemerintah kepada warganya terutama bagi masyarakat miskin.sejak awal tahun 2005 melalui peraturan PKPS BBM 2005 bidang kesehatan,yang berlandasan UUD 1945 pasal 28 H dan UU NO 23 1992 yang menetapkan bahwa kesehatan adalah hak dasar bagi setiap warga.pelayananan kesehatan bagi rakyat miskin telah di jalankan oleh pemerintah.pelayanan ini meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit.namun bayak yang menilai pelayanan yang di lakukan pemerintah masih dilakukan setengah hati.pemahaman perogram pelayanan hanya di pahami dalam  kategori stakeholder pengambil kebijakan, pemberi pelayanan dan pengelola dana. Sementara kebutuhan riil bagi masyarakat miskin masih banyak yang terabaikan. Belum lagi jika di lihat dari kualitas pelayanan yang di berikan.
Kesehatan harus di pandang oleh pemerintah sebagai” INVESTASI” yang berarti sehat merupakan modal agar dapat hidup produktif,bahagia,dan sejahtera.melalui investasi kesehatan peningkatan produktifitas kerja seseorang dapat di tingkatkan,peningkatan pendapatan dan tingkat pendidikan,menurutnya angka kematian dan akhirnya menurun kan kemiskinan.KESEHATAN merupakan hak dasar yang sudah selayaknya menjadi kewajiban pemerintah,baik pusat maupun daerah,karna sudah tanggung  jawab negara dalam mensejahterakan hidup rakyat.
Secara peraktik,pelayanan kesehatan geratis ini masih menyisakan beberapa problem yang harus di benahi.pakta yang ada di masyarakat meganjurkan bahwa masyarakat miskin masih harus mengeluarkan biaya tambahan dalam pendapatan pelayanan tersebut.hal ini menunjukan bahwa manajemen pelayanan belum dengan sepenuh hati belum lagi berbagai kendala teknis akibat keterlambatan droping anggaran baik dari usat maupun di daerah.
   Masalah pendataan yang memiliki validitas yang kurang akurat untuk itu,di perlukan adanya singkronisasi antar masing-masing dinas agar mempunyai data (masyarakat miskin) yang bisa di pertanggung jawabkan dan juga mapsingmalisasi sosialisasi kesehatan terhadap sasaran(masyarakat dan pihak rumah sakit) dari program ini.
sudah tiba saatnya pemerintah haus berfikir lebih konseptual menangani pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin.penangan orang miiskin tidak hanya menjadi hak dan tanggung jawb pemerintah pusat sajah,pemerintah daerah pun harus bertanggung jawab memberi kontribusi untuk menangani orag miskin.di perlukan satu bentuk kerja sama atau kesepakatan untuk membagi tanggung jawab masing-masing tingkat pemerintah dalam menangani orang miskin.


Jangan ada yang lepas tangan,apa lagi saling menyalahkan ketika ada permasalah pelayanan kesehatanorang miskin.tidak hanya saling menghimbau seperti memerintah daerah menghimbau agar depkes memperbesar anggarannya ntuk orang miskin,.sementara pemerintah pusat menghimbau agarpemeritah daerah anggaran nya dalam APBD-nyah untuk melayani orang miskin.oleh karna itu baik pemerintah pusat atau daerah saling  bersinergi dalam memberikan pelayanan terhadap orang miskin.

Kalau kita ingin terjadi perubahan nasib orang miskin,kalau kita ingin ada kemajuan dalam dalam pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin,tidak ada lagi solusi yang cermat kecuali setiap kebijakan yang di buat unuk pelayanan orang  miskin harus dengan hati yang jujur .hentikan saling mencari kesalahan,terutama memojokan  dan mehakimi pelaksana seperti rumah sakit dan dinas esehatan .tetapi akan bijak kita duduk bersam dengan elemen masyarakat masih pedli terhadap orang miskin untuk merembuk dan mencari akar permasalahan serta pemecahan secara bijak an konseptual berjangka panjang,jangan hanya bersipat populis demi menyenangkan orang miskin sesaat.

Senin, 12 Januari 2015

bersatu lawan korupsi



Penguasa teringi bukanlah pmerintah tapi rakyat,dan penguasa sesungguh nya bukan lah rakyat tapi allah swt.(ir.soekarno)
Negara indonesia adalah negara demokrasi
“dari rkyat untuk rakyat”(abrahan lincon)

Ketika orang yang menghukumi dan yang dihukumi semuanya sama-sama berengsek maka siyapa yang akan menghukumi,kasus korupsi di indonesia husunya di kabupaen bogor banyak yang belum tuntas,seakan pihak penegak hukum bermain main dengan para koruptor(kalikonli antara aparat dan para koruptor),bahkan para penegak hukum mengalihkan isu,mereka menggat kasus kasus korupsi yang kelas teri,kasuskasus korsi yang kelas kelas berat tidak mereka anggkat.di negeri ini negeri 3 di asia korupsi nya,dan 15 di dunia,ironis sekali,padahal negara kita negara huum,tapi keapa bisa seperti itu?

Apakah kalian tidak berpikir seperti itu,mengapa bisa terjadi,padahal negara kita negaa hukum,para koruptor mereka tenang tenag saja,apa karna mereka apara penguasa?
Kethuilah penguasa teringgi bukan lah pemerinta tapi rakyat
Berbeda sekali dengan rakyat miskin yang mencuri henpon,rakyat miskin di pukuli polisi dan warga,belum langi dia habis uwang yang sangat banyak sekali,berbeda dengan para koruptor,mereka tenag tenag saja,bahkan yang di tangkap,mereka ketika di penjara terasa tenag sekali,di dalam nya ada tv,kulkas,tempat tidur yang enak,sangat mewah sekali di dalam nya,berbeda dengan rakayat miskin.

Korupsi bertumbuh sangat subur dan rumit sehingga siap meruntuhkan setiap struktur masyarakat. Di beberapa negeri, apa saja diselesaikan dengan pelicin. Suap yang diberikan kepada orang yang tepat memungkinkan seseorang lulus ujian, mendapatkan SIM, memperoleh tender, atau memenangkan perkara hukum. ”Korupsi mirip dengan polusi berat yang membebani semangat orang,” keluh Arnaud Montebourg, seorang pengacara di Paris.
”JANGAN MENERIMA SUAP, SEBAB SUAP MEMBUTAKAN ORANG YANG BERPENGLIHATAN TERANG DAN DAPAT MEMUTARBALIKKAN PERKATAAN ORANG YANG ADIL-BENAR.”

SRMI NEW 9-12-1014

ALIANSI PRB 


POLRES BOGOR, Wednesday, 10 Dec 14 22:52 |

Pada hari Selasa tanggal 09 Desember 2014 sekitar jam 09.00 wib bertempat di Perempatanan Nangewer Jl. Baru Sentul arah Gelanggang Olah Raga Kec. Cibinong Kab.Bogor telah berkumpul massa pengunjuk rasa dari ISBI, PKL, Forum Mahasiswa dan SRMI yang tergabung dalam Aliansi PRB (Persatuan Rakyat Bogor). Aksi tersebut diikuti oleh + 100 orang dengan korlap aksi dari ISBI Sdr. Reza Firmansyah, PKL Sdr. Iskandar, Forum Mahasiswa Sdr. Rendy dan SRMI Sdr. Ruhiyat dengan menggunakan 2 unit kendaraan R-4 jenis Suzuki Carry No.Pol : F-8853-GG, F-8677-GN dan + 50 unit R-2, dalam rangka "Hari Anti Korupsi Internasional" dengan tujuan lokasi pelaksanaan aksi Pemda Kab. Bogor, DPRD Kab. Bogor dan Kejaksaan Negeri Cibinong.Dalam aksinya menggunakan alat peraga berupa pengeras suara dan membentangkan spanduk yang bertuliskan " Gantung Koruptor, Stop korupsi!!! Jangan sengsarakan rakyat" dan menyampaikan tuntutan diantaranya yaitu sbb :

Mendesak Pemerintah Kab.Bogor untuk memerangi korupsi yang merusak moral rakyat indonesia.

Mendesak Kejaksaan Negeri Cibinong untuk selalu menindak tegas perilaku korupsi seadil-adilnya.

Mendesak Polres Bogor untuk menindak tegas PT.Banteng Pratama Rubber.

Rangkaian kegiatan aksi unras sebagai berikut :

Jam 09.30 wib para pengujuk rasa menuju titik kumpul halaman Gedung KNPI Kab. Bogor dengan cara konvoi, route : Jl. Raya JKT Bogor-simpang Daralon- Jl. Tegar Beriman Gedung KNPI Kab.Bogor.

Massa aksi berkumpul di gedung KNPI Kab. Bogor Jl. Raya Tegar Beriman Kel. Pakansari Kec. Cibinong Kab. Bogor selanjutnya melakukan long mars menuju Pemda Kab. Bogor dan pada saat pelaksanaan longmars perwakilan massa aksi menempelkan stiker anti korupsi di pintu gerbang Dinas Kab. Bogor yang di lewati.

Pada jam 11.00 wib massa aksi mendatangi Pemda Kab. Bogor dan para korlap aksi diantaranya Sdr. Edi Irawadi melakukan orasi di halaman Kantor DPRD Kab. Bogor yang intinya menyerukan pemberantasan korupsi di wilayah Kab. Bogor.

Pada jam 12.05 wib massa aksi melanjutkan aksi ke menuju ke depan halaman Kantor Kejaksaan Negeri Cibinong samping Polres Bogor, dimana dalam aksinya korlap aksi Sdr. Reza Firmansyah melakukan orasi yang inti orasi meminta agar Kejaksaan dan Polres Bogor menegakan hukum dan berantas korupsi serta Polres Bogor menyelesaikan permasalahan di PT. Benteng Pratama Rubber, kemudian aksi dilanjutkan dengan sholat jenazah di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Cibinong